Beranda > Nasehat > Perhatian Rasulullah dan Shahabat Terhadap Shalat Tahajjud

Perhatian Rasulullah dan Shahabat Terhadap Shalat Tahajjud

Bismillahirrahmanirrahim,

Abu Daud dan ibnu Khuzaimah mentakhrij dari Abul Qais, dia berkata, “Aisyah r.ha berkata,”Janganlah Kau tinggalkan shalat malam, karena Rasulullah saw. juga tidak pernah meninggalkannya. Jika sedang sakit atau malas, maka beliau mengerjakannya dengan duduk.”
Begitulah yang disebutkan di dalam At-Targhib, 1/401.

Abu Nu’aim mentakhrij di dalam Hilyah, 1/303, dengan sanad yang jayyid, seperti yang disebutkan di dalam Al-Ishabah, 2/346, dari Nafi’, dari Ibnu Umar ra., bahwa tatkala mendirikan shalat malam, dia bertanya, “Wahai Nafi’, apakah sekarang sudah masuk waktu sahur?”
“Belum,” jawab Nafi’.
Maka Ibnu Umar shalat lagi. Tak lama kemudian dia bertanya lagi, “Wahai Nafi’, apakah sudah masuk waktu sahur?”
“Sudah,”jawabnya. Maka dia duduk saja, membaca istighfar hingga pagi hari.
Ath-Thabrany mentakhrij yang serupa dengan ini, dan rijalnya shahih selain Asad bin Musa, yang tsiqat.

Categories: Nasehat
  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.