Tangisan Abdullah bin Amr dan Abu Hurairah
Bismillahirrahmanirrahim,
Abu Nu’aim mentakhrij di dalam Al-hilyah, 1/290, dari Ya’la bin Atha’ dari ibunya, bahwa dia biasa membuatkan celak bagi Abdullah bin Amr, karena dia terlalu sering menangis. Terkadang dia menutup pintu rumahnya lalu banyak menangis di dalam rumah hingga kedua matanya menjadi merah. Karena itu ibunya membuatkan celak untuk menutup keadaan matanya itu.
Ibnu Sa’d mentakhrij, 4/62, dari Muslim bin Bisyr, dia berkata, “Ada seorang bertanya kepada Abu Hurairah, saat dia sakit, “Wahai Abu Hurairah, mengapa engkau menangis?”
Abu Hurairah menjawab, “Aku bukannya menangisi dunia kalian ini, tapi aku menangis karena mengingat perjalananku yang masih jauh, sementara bekalnya hanya sedikit. Terkadang aku naik dan kadang turun di atas surga dan neraka, dan aku tidak tahu kemana aku akan menuju, ke surga ataukah ke neraka.”





Komentar Masuk